Daftarkan email anda untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

News &Updates

Bagaimana mempersiapkan Peralatan kamu untuk kembali manggung

31 Agustus 2021

Di masa seperti ini, banyak dari kalian tidak bisa manggung di acara secara langsung. Kamu  mungkin menggunakan waktu yang ada untuk mengasah kemampuan, atau untuk mempelajari kemampuan baru. Akhirnya, peralatan audio kamu mungkin hanya terdiam di tempat penyimpanan saat ini. Mungkin ini akan terdengar mengejutkan, apa kamu tahu, peralatan audio akan rentan rusak bukan saat mereka dipakai, melainkan saat mereka sedang tidak digunakan! Untuk memiliki peralatan dengan kondisi baik untuk keperluan manggung kamu berikutnya, atau agar peralatan kamu awet sampai bertahun-tahun, kamu perlu tahu cara yang baik untuk merawat dan juga cara untuk menyimpannya secara aman. 

Kami sangat memahami kalau kamu telah berinvestasi pada peralatan audio kamu dengan dana yang tidak sedikit. Untuk itu kamu harus fokus dalam merawat peralatan audio kamu agar memiliki masa pakai selama mungkin. Untuk itu, kami disini telah mempersiapkan beberapa tips dasar untuk merawat peralatan audio kamu agar selalu prima. 

Pertama, Backup 

Saat ini, Laptop Hard disk ataupun pemutar media sudah menjadi bagian dari audio ekosistem, Mudah-mudahan kamu telah menyiapkan data cadangan sebelum kamu menyimpan peralatan audio kamu, atau mungkin saat-saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk cek file cadangan kamu tetap bekerja dengan baik, atau jika kamu belum membuat file cadangan, bikin sekarang juga! Ingat – no music, no dance.  

Debu Adalah Musuh 

Debu dan elektronik tidak dapat bersahabat. Debu yang berlebihan akan membuat kontak solder menjadi karat atau membuat potensio menjadi noisy. Sebagai pencegahan, selalu bungkus peralatan kamu atau kamu dapat menyimpanya di dalam kotak dan selalu bersihkan debu secara teratur. Penyedot debu dengan kepala sikat dapat membersihkan debu yang sedikit lengket dengan baik. 

Jika kamu ingin membersihkan peralatan kamu, gunakan kain yang lembut dan sedikit lembab dengan sabun detergen ringan untuk menyeka debu dari permukaan peralatan kamu. Pemilihan kain yang terbaik adalah kain lembut yang tidak abrasif seperti contohnya adalah kain microfiber. 

Mungkin kamu berpikir jika menggunakan cairan pembersih khusus akan efektif, tetapi untuk sebagian besar situasi, kain lembut yang sedikit lembab merupakan pilihan terbaik. Sabun atau pembersih khusus mungkin akan merusak lapisan finishing atau cat yang sensitif dari peralatan audio kamu. 

Masa Pakai 

Beberapa komponen memiliki desain dengan masa pakai terbatas, Vacuum tubes, fuse, senar gitar, dan kabel audio, harus teratur diganti sebelum mengalami kerusakan. Tubes bisa saja tiba-tiba menjadi mikrofonik pada amplifier gitar, atau juga pada preAmp mikrofon, dan hal ini tentu sangat meresahkan! Sama seperti pembahasan sebelumnya, komponen ini dapat rusak meskipun hanya didiamkan pada kotak penyimpanan, jadi ada baiknya kamu segera mengganti komponen ini saat kamu rasa ada penurunan kualitas audio, hal ini untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik. Dan seperti kabel audio, senar gitar, konektor, baiknya kamu juga memiliki stok cadangan untuk tubes  dan sekring. 

Batrai memang akan sering ganti karena mungkin tegangan turun karena habis, tetapi, meskipun batrai tidak habis karena tidak dipakai, bukan berarti kamu dapat memasang batrai pada peralatan audio kamu dalam jangka waktu yang lama (Jangan bilang kamu melakukan hal ini). Pada dasarnya, semua jenis batrai apapun itu akan mengalami kebocoran dan mengeluarkan cairan yang bersifat korosif dan tentunya dapat merusak peralatan audio kamu. Hal ini sangat umum dan sering ditemukan pada Synthesizer klasik yang menggunakan batrai kecil seperti yang  digunakan pada jam tangan, untuk layar LED atau untuk elemen desain lainya. Untuk itu, sangat baik untuk mencopot semua batrai sebelum kamu ingin menyimpan peralatan audio kamu untuk sementara waktu. Dan sebelum acara manggung berikutnya, pastikan selalu menggunakan batrai yang baru. 

Tempat Yang Kering 

Jelas, kelembapan merupakan musuh untuk setiap perangkat elektronik dan juga peralatan audio. Ketika sedang tidak digunakan, peralatan harus disimpan pada tempat yang kering. Atau dengan menggunakan Dehumidifier pada ruangan, merupakan ide yang baik. Lingkungan dengan kelembapan yang tinggi secara berkala akan menyebabkan permukaan jalur sirkuit akan atau kaki komponen dilapisi dengan lapisan korosi tipis, dan semakin tinggi tingkat kelembapan, maka akan semakin cepat lapisan korosi ini menumpuk sampai pada saatnya dapat merusak dan memutus kontak. 

Untuk itu, jika kamu berencana untuk menyimpan peralatan audio dalam jangka waktu yang lama, pastikan kamu menyimpannya ditempat yang kering dan semprotkan lapisan pelindung (tipe WD-40) untuk setiap colokan dan soket sebelum kamu menyimpannya. Hal ini dapat memperlambat proses korosi atau oksidasi. 

Untuk mikrofon, kelembapan yang berlebih dapat menggangu pergerakan dari diafragma, hal ini akan menyebabkan mikrofon terdengar tidak wajar. Mikrofon yang disimpan pada tempat lembab sering menunjukan gejala ini. Bahkan untuk mikrofon dengan busa windscreen yang sudah rusak, juga dapat menunjukan gejala yang disebabkan kelembapan dari nafas pengguna. Tetapi dari kedua kasus, biasanya gejala ini akan hilang setelah mikrofon kembali kering. 

Temperatur Yang Tepat 

Suhu panas berlebih tidak baik untuk peralatan audio kamu, dan menyebabkan gangguan pada komponen elektronik. Tetapi jika suhu panas dengan kelembapan sangat kering, mungkin hal ini tidak akan menimbulkan permasalahan yang serius. Yang terpenting, selalu pastikan kamu memiliki jalur ventilasi yang baik pada ruang penyimpanan atau gudang kamu, untuk menghindari suhu menjadi terlalu panas. 

Selain itu, untuk peralatan audio yang memiliki kipas didalamnya, selalu pastikan kipas berfungsi dengan baik dengan jalur ventilasi dan heatsink tidak terhalang apapun. 

Jika peralatan telah disimpan pada ruangan dingin (contoh bagasi mobil dengan cuaca 0°C), pastikan kamu memberikan waktu agar peralatan audio kamu kembali menaikan suhu ke suhu ruangan sebelum kamu menggunakannya. Jika tidak, maka seketika peralatan audio kamu akan berembun dan akan menimbulkan masalah kelistrikan pada peralatan kamu. Idealnya penyimpanan harus pada suhu ruangan biasa (20°C / 68°F). 

Pengeras Suara 

Pengeras suara, sama dengan komponen elektronik lainnya pada sistem kamu, harus berhati-hati dan tidak boleh dijatuhkan. Tapi jika terjadi, maka kumparan speaker mungkin akan menjadi tidak seimbang dan menyebabkan cone speaker bergeser. 

Untuk memeriksa permasalahan ini, kamu dapat menggunakan musik dengan bass yang clear, dan coba dengarkan dengan jarak dekat pada cone speaker dengan volume sedang untuk mencari apakah ada suara hars noise pada bagian bass. Mungkin Speaker akan terdengar normal dengan setingan volume dan tone yang biasa kamu gunakan, tetapi seiring berjalannya waktu, mungkin permasalahan ini akan semakin parah dan mengharuskan kamu untuk melakukan re-cone  atau bahkan mengganti speaker keseluruhan. Perlu diperhatikan juga untuk beberapa model speaker, khususnya speaker model lama, jika mereka disimpan dalam jangka waktu yang lama, kemungkinan cone akan mengering, rapuh hingga sobek. Jadi ada baiknya kamu memeriksa kembali sebelum kamu menggunakan speaker tersebut sebelum kembali manggung. 

Gunakan Suplai Power Yang Sesuai 

Selalu pastikan kamu telah memberikan suplai power ke peralatan audio kamu dengan benar, gunakan suplai power yang sesuai dengan spesifikasi dari peralatan audio kamu, atau, untuk keadaan terbaik, selalu gunakan suplai power bawaan dari pabrik yang menjadi satu set dengan peralatan audio kamu saat pembelian. Karena itu, ada baiknya kamu selalu memberikan label pada setiap suplai power sebelum kamu menyimpan ke kotak penyimpanan. 

Tetapi jika memang kamu harus mengganti suplai power kamu, selalu pastikan poin-poin penting berikut ini: 

Selalu gunakan suplai dengan tegangan yang sama persis dengan spesifikasi peralatan kamu, secuali spek peralatan kamu dapat mentolerir tegangan dalam rentang tertentu. Tegangan yang terlalu tinggi dari spek peralatan kamu dapat menyebabkan kerusakan. 

Kamu harus menggunakan suplai denga arus atau amper yang dapat memenuhi spesifikasi dari peralatan audio kamu. Suplai dengan amper yang lebih besar dapat bekerja dengan normal dan tidak masalah, tetapi amper yang lebih kecil dari spesifikasi peralatan kamu, membuatnya tidak akan bisa membuat peralatan kamu menyala. 

Polaritas, hal ini sangat penting untuk diperhatikan, kamu harus memastikan suplai yang akan kamu beli sesuai dengan polaritas dari peralatan audio kamu. Biasanya peralatan audio kamu akan memberikan label polaritas dekat dengan soket power, disana akan dijelaskan apakah peralatan kamu memiliki tip positif (+) atau negatif (-). 

Kabel, Colokan dan Soket 

Secara umum, kabel, colokan dan soket merupakan part yang paling sering rentan rusak diantara perlengkapan lainya pada sistem kamu. Untuk itu, merka harus lebih sering unutk di cek dan diberikan perhatian ekstra dan digunakan secara hati-hati untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang masa pakai. Untungnya, ada beberapa indikasi kerusakan yang dapat kamu perhatikan sebelum mereka rusak sepenuhnya.  

Colokan dan soket yang longgar: Jika colokan dapat dicabut dengan mudah dibandingkan saat mereka masih baru, itu merupakan indikasi mereka harus diganti sebelum mereka memberikan kontak yang buruk atau bahkan benar-benar rusak. 

Karat pada colokan dan soket: permukaan kontak pada colokan dan soket mungkin akan mengalami korosi yang disebabkan oleh kelembapan udara, terutama di iklim yang lembab. Karat yang sudah terbentuk ini akan mengganggu kontak antara colokan dan soket. Colokan yang susah dicabut, biasanya menjadi indikasi bahwa kontak sudah mulai mengalami korosi. Hal ini dapat diatasi dengan menyemprotkan cairan pembersih (Tipe WD-40) untuk menghilangkan korosi. 

Kabel yang rusak: Kabel dapat rusak meskipun lapisan luarnya terlihat masih baik-baik saja. Hal ini sering terjadi ketika pemakaian kabel, mungkin tertekuk atau terpelintir. Untuk memeriksanya kamu dapat mengurut pada bagian kabel dari ujung ke ujung hingga kamu menemukan suara seperti huming atau ada gangguan pada audio kamu, kamu bisa memotong dan membuang pada bagian yang rusak dan menyambungnya kembali. 

Dan perlu diingat, jenis kabel apapun hanya dapat ditekuk berkali-kali sampai akhirnya putus atau rusak. Untuk memperpanjang umur kabel kamu, cobalah menggulung kabel kamu tanpa adanya tekukan yang tajam, hal ini sangat penting untuk melindungi kabel kamu. Ada beberapa teknik untuk menggulung kabel yang dapat kamu lakukan. Di QSC, mereka senang menggunakan teknik “over/under”. 

 

Kotak Penyimpanan yang Terorganisir 

Untuk memastikan dan untuk menjaga peralatan audio kamu tetap aman, sangat memudahkan jika kamu menyimpannya dalam kotak yang terorganisir. Karena peralatan audio kamu pastinya memiliki jenis yang beragam, dengan kotak yang terorganisir kamu dapat mencegah peralatan kamu tercampur. Kamu dapat menggunakan flight cases atau dengan kotak penyimpanan biasa. Intinya adalah, untuk memisahkan semua perlengkapan dan mengkategorikannya dan juga untuk mencegah peralatan kamu berantakan di lantai atau terekspos langsung dengan cuaca lingkungan sekitar. 

Tidak hanya untuk melindungi peralatan kamu, cara ini juga dapat mempermudah kamu ketika ingin mencari peralatan yang kamu butuhkan. Dan ingat untuk selalu memberikan label pada setiap kotak penyimapana untuk mempermudah kamu mencari peralatan. 

Kesimpulan 

Membersihkan dan merawat peralatan kamu mungkin terdengar seperti aktifitas yang paling membosankan. Tetapi dengan sedikit terbiasa melakukannya, hal ini akan mebuat peralatan audio kamu dalam kondisi terbaik dan memiliki masa pakai yang panjang,  dan pastinya siap untuk digunakan saat kamu akan manggung kembali. 


Notice: Undefined variable: katsnews_id in /home/h48557/public_html/isi/detailberita.php on line 69

Warning: implode(): Invalid arguments passed in /home/h48557/public_html/isi/detailberita.php on line 69