Home News & Updates Review Produk : Devio, Mikrofon Cerdas untuk Videoconferencing Berbasis Laptop/PC

News &Updates

Review Produk : Devio, Mikrofon Cerdas untuk Videoconferencing Berbasis Laptop/PC

28 Juni 2018

Untuk hasil suara VC yang lebih baik, pilihlah mikrofon yang lebih cerdas.

Review oleh Derek Powell (AV Asia Pacific)

Dulu Videocoferencing (VC) merupakan domain kalangan atas atau orang-orang tertentu saja. Setiap titik endpoint (codec) videoconference menghabiskan biaya puluhan ribu dolar dan dihubungkan dengan line data khusus (dedeciated). Codec-codec ini ditempatkan di ruangan khusus yang disewakan dengan biaya ratusan dolar per jam dan umumnya dilengkapi beberapa operator ahli yang bertugas menjamin kelancaran aktifitas videoconference agar sesuai dengan harga yang sudah dibayarkan oleh pelanggan.

Kemudian hadirlah Skype. Skype mengambil alih semua fungsi coding dan encoding video yang kompleks (yang sebelumnya harus ditangani oleh perangkat keras khusus) dan mengimplementasikan semuanya dalam satu paket software yang dapat dijalankan di PC desktop standar.  Skype menjadikan videoconferencing dapat dilakukan dengan mudah menggunakan monitor dan speaker komputer yang dilengkapi mikrofon dan kamera built-in atau webcam.   Skype telah membuka pintu teknologi videoconferencing ini menjadi domain semua orang. Siapa saja, dimana saja, cukup duduk di depan laptop yang terhubung ke internet sudah bisa check-in untuk melakukan videoconference dengan istri dan anak-anak tercinta nun jauh disana. Bahkan kakek dan nenek juga boleh nimbrung asal selama ada PC yang dilengkapi kamera, speaker dan mic. Memang sih, suara yang dihasilkan terputus-putus dan kualitas gambar video jauh dari bagus, tapi kan gratis?

Tak butuh waktu lama bagi dunia bisnis dan pendidikan untuk  tertarik ikut memanfaatkan teknologi ini. Semua ingin terhubung dari mana saja mereka berada, apakah itu di ruang kelas, ruang meeting atau di depan desktop mereka, tanpa perlu membayar ruang videoconference yang mahal. Selanjutnya mulailah bermunculan software-software baru yang mengadopsi fitur dasar Skype kemudian diperkaya dengan berbagai fitur tambahan seperti berbagi konten, multi-way conferencing dan lain-lain. Sejumlah vendor hadir menawarkan berbagai solusi seperti WebEx, Go-to-Meeting, Vidyo, Zoom dan masih banyak lagi. Mereka menawarkan sebuah interaksi videoconferencing yang lebih real dibanding hanya sebuah laptop atau PC dengan webcam. Hingga akhirnya perusahaan sekelas Microsoft tak mampu menahan diri untuk ikut meramaikan. Merekapun mengakuisisi Skype dan mengembangkan sebuah solusi videoconferencing berbasis PC, maka hadirlah Skype for Business.

Kemampuan Terbatas

Videoconferencing berbasis PC atau laptop memang menarik selama hanya satu atau dua orang partisipan yang terlibat disetiap titik. Tapi begitu anda memindahkan laptop anda ke ruang meeting dimana ada setengah lusin orang yang duduk mengelilingi meja, dalam sekejap situasi akan menjadi buruk. 

Kamera bukanlah masalah mengingat harga webcam saat ini cukup murah. Bahkan kamera PTZ dapat diperoleh dalam bentuk plug-in yang mudah digunakan. Kualitas suara yang buruklah yang berperan menjadikan aktifitas VC menjadi berantakan. Jika anda berada di dekat laptop, kinerja  sebuah mic built-in sudah cukup baik, namun ketika menangani sekelompok partisipan, kemampuannya menjadi sangat terbatas.

Pilihan Mikrofon Untuk Ruang Meeting

Ruangan khusus untuk videoconference biasanya dilengkapi mikrofon tipe gooseneck yang memiliki tombol PTT untuk setiap partisipan. Perangkat ini cukup baik selama partisipan tidak lupa untuk menekan tombol saat berbicara dan unit yang digunakan tidak terlalu makan tempat. Meskipun sangat cocok digunakan di ruang dewan seperti di PBB namun untuk ruang meeting atau ruang rapat kebanyakan, perangkat ini terasa kurang nyaman.

Pilihan lain yang cukup populer adalah mikrofon PZM (boundary) yang diletakkan atau terpasang di meja, lebih bagus jika dilengkapi auto-mixer untuk mengaktifkan mikrofon yang sedang digunakan dan mematikan yang lain agar mengurangi noise dari ambient. Yang sering menjadi masalah adalah peserta sering meletakkan setumpuk kertas di atas mikrofon karena mereka tidak menyadarinya sebagai mikrofon.

Solusi lain yang cukup menonjol untuk menangkap audio di ruang rapat atau ruang meeting adalah menggunakan array beberapa mikrofon yang terpasang di plafon ruangan.  Dengan sistem ini, karena mikrofon tidak terletak diatas meja maka tidak akan tertutup secara tidak sengaja, dipindahkan atau disalahgunakan oleh peserta. Selain itu jarak mikrofon dengan semua partisipan menjadi relatif seragam. 

Salah satu solusi terbaik yang pernah saya gunakan adalah memasangkan mikrofon array dengan sebuah dedicated DSP.  Perangkat ini akan terus memonitor sumber suara untuk menentukan siapa yang sedang berbicara dan posisinya terhadap array. Berdasarkan lokasi suara partisipan, perangkat DSP akan menggabungkan beberapa elemen mikrofon untuk mensimulasikan penangkap suara beam-shaped dari mikrofon jenis shotgun yang highly-directional. Selain akan mengoptimalkan penangkapan suara dari posisi si partisipan, dengan mengsinkronkan beberapa elemen perangkat ini akan mengacuhkan suara palsu dari arah lainnya.

Meskipun solusi ini merupakan pilihan yang sangat baik namun membutuhkan perangkat yang banyak, mahal dan memerlukan keahlian khusus untuk proses instalasi. Mikrofon array ini sangat ideal untuk ruang konferensi namun terlalu mahal dan kompleks untuk digunakan di ruang meeting atau ruang rapat standar pada umumnya.

Solusi audio untuk ruang rapat, khususnya perangkat audio videoconference berbasis PC saat ini terus bermunculan.  Dari sekian banyak pilihan yang tersedia kami akan mengupas salah satu produk pendatang baru keluaran BIAMP.

DEVIO : Mikrofon Meja Cerdas

BIAMP dikenal sejak solusi DSPnya yang handal dan ekonomis meramaikan persaingan pasar dengan menawarkan solusi untuk ruang meeting yang disebut Devio. Bukan sekedar mikrofon beamforming belaka, Devio menawarkan solusi koneksi yang super mudah sehingga anda dapat membawa laptop anda ke ruang rapat (atau ruang meeting berukuran kecil hingga sedang) dan hanya perlu mencolokkan satu kabel untuk terhubung ke kamera, monitor, mikrofon dan speaker.

Meskipun tidak terlalu terkenal secara lokal, BIAMP memiliki teknisi, designer dan support office di Brisbane yang bertanggung jawab untuk duah lini produk yaitu Vocia dan Devio. Mengenai fasilitas di Brisbane ini akan kita bahas di masa mendatang, namun yang pasti, setelah dilakukan demonstrasi Devio yang sangat mengesankan oleh para teknisi pengembangan di fasilitas ini, AV Asia Pacific memperolah satu unit produk untuk di-review.

Instalasi Devio

Begitu membuka kemasan karton Devio langsung tampak unit prosesor CS-1 bersama dengan sebuah klip mounting undertable yang rapi serta sebuah power adaptor, kemudian unit mikrofon six-sided DTM-1, sepasang colokan adaptor untuk speaker dan perangkat telepon serta sebuah kabel patch USB3 tipe A ke tipe C.

Setelah mencoba unit mikrofonnya yang berbentuk piramid itu saya akui kalau saya harus mencari secara online dulu informasi bagaimana cara menghubungkan mikrofon tersebut.  Meski tidak ada petunjuk pada buku panduan, brosur maupun datasheetnya ternyata pelat bawah akan muncul dengan mudah hanya dengan menggunakan jari untuk menarik melalui lubang pada baseplate.  Mudah sekali begitu anda tahu caranya.  Di bagian dalamnya tersedia sepasang soket RJ45 yang dilengkapi beberapa penggulung kabel yang berguna untuk memastikan gulungan kabel tidak berlebihan hingga keluar melalui lubang yang ada dibagian samping.

Perlu kabel patch cat5 (panjang maksimal 15 m jika memungkinkan) untuk terhubung ke prosesor CR-1 dimana DSP berada. Jika sudah terhubung, tiga buah lampu LED berwarna hijau pada mikrofon akan menyala. Selanjutmya mengikuti panduan instalasi yang ada, saya menyambungkan sebuah powered speaker (Yamaha MS101) pada output RCA di panel belakang prosesor kemudian menyambungkan webcam Logitech di panel depan. Dua buah layar monitor ruangan juga dapat dihubungkan melalui output HDMI yang tersedia.

Prosesor CR-1 ini dirancang untuk berfungsi sebagai titik penghubung sentral untuk semua komponen audio dan video yang terpasang dalam ruang meeting.  Dengan driver yang tepat, anda hanya butuh satu colokan dari laptop anda untuk terhubung ke video dan audio in/out.  Jika menggunakan software driver DisplayLink dan koneksi USB3.0, anda dapat mengirim video ke dua buah layar monitor hanya dengan menggunakan kabel USB, termasuk juga untuk input webcam dan semua jalur masuk mikrofon hingga jalur keluar audio.

Setelah menghubungkan kabel USB ke laptop saya, hanya butuh beberapa saat bagi PC saya utuk mengindentifikasi perangkat CR-1 ini dan memberikan notifikasi ‘siap digunakan’.  Selanjutnya saya memeriksa Windows Sound Control Panel dan menemukan Devio sudah terdaftar baik di tab playback maupun tab recording sebagai ‘Echo Cancelling Speakerphone’ yang kemudian saya setting sebagai perangkat komunikasi default di kedua tab tadi.

Langkah berikutnya adalah memulai proses auto setup dimana saya harus mencari sebuah paperclip untuk mengaktifkan saklar mikro yang tersembunyi di bagian belakang panel. Proses auto setup memakan waktu 1 -2 menit yang dimulai dengan sebuah pemberitahuan ‘harap tenang’ saat sistem memainkan serangkaian bunyi-bunyian, yang kemudian diikuti beberapa suara white noise seperti sedang mengatur level mikrofon dan speaker untuk menghasilkan reproduksi optimal. Beberapa menit kemudian kembali terdengar suara pemberitahuan bahwa ‘auto setup sudah berhasil’.

Menguji Devio

Selanjutnya saya membuka sebuah sesi videoconference dengan conference room lain dan melakukan beberapa uji dengar suara menggunakan speaker maupun headphone. Saya mencoba beberapa codec yang berbeda terlebih dahulu sebelum menetapkan Skype standar sebagai yang paling representatif. Sesi pengujian utama dilakukan dengan koneksi broadband diatas 30Mbps (up dan downlink) untuk memastikan agar tidak terjadi artefak karena keterbatasan bandwith.

Dengan menggunakan 1 unit mikrofon DTM-1 yang diletakkan di tengah meja, kualitas reproduksi suara sangatlah jelas.  Devio menggunakan 6 dari 8 elemen yang ia miliki untuk membentuk 3 arah jangkauan 120° untuk mencakup secara penuh 360°  sekeliling meja, dengan penekanan pada setiap partisipan.  Dua element lainnya memberikan informasi ketinggian sehingga Devio dapat mengarahkan jangkauannya keatas untuk presenter pada posisi berdiri dan kebawah untuk partisipan yang duduk.  Jika didengarkan secara teliti menggunakan headphone, transisi jangkauan yang terjadi saat terjadi pergantian partisipan yang berbicara (bahkan saat partisipan berdiri) dapat dirasakan namun tidak terlalu jelas atau menonjol.   

Devio juga mampu menangani pembicara dari dua arah yang berbeda, atau pembicara yang bergantian secara cepat dari arah yang berseberangan dengan mengaktifkan dua arah jangkauan secara bersamaan, sehingga tingkat kejelasan suara tidak akan terganggu. Teknologi penekan gema yang terintegrasi pada Devio juga bekerja dengan sempurna.  Pokoknya begitu proses auto setup berjalan dengan sendirinya, hasilnya adalah sebuah komunikasi dua arah yang berkualitas antara kedua titik videoconference – bahkan ketika dari dua arah yang berbeda berbicara secara bersamaan, tidak ada suara yang terbenam seperti umumnya algoritma yang kurang canggih.  

Posisi mikrofon yang cukup dekat dengan permukaan meja sangat baik untuk suara dan respon frekuensi yang luas menjamin ucapan dari pembicara terdengar sangat alami.  Devio bahkan mampu menambahkan mikrofon kedua , yang cukup dihubungkan secara serial ke mikrofon pertama, untuk meng-handle meja meeting yang lebih panjang atau jumlah partisipan yang lebih banyak.

Satu-satunya kelemahan yang saya temukan pada Devio yaitu suara-suara mekanis yang timbul pada meja sangat mudah masuk ke dalam  mikrofon, dimana setiap getaran dapat terdengar dengan jelas.  DTM-1 memiliki alas karet anti-slip akan tetapi terlalu tipis untuk memberikan fungsi isolasi.

Kesimpulan

Penggunaan mikrofon profesional di setiap sesi video atau audio conference adalah cara terbaik untuk meningkatkan produktifitas jalannya meeting.  Sementara hampir semua solusi yang tersedia jauh lebih bagus dibanding hanya menggunakan mikrofon webcam standar, untuk itu anda harus mempertimbangkan dengan tepat mengenai pemanfaatan ruang konferensi sebelum anda memutuskan untuk memilih satu dari banyak sistem yang tersedia di pasaran sebagai solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.

Devio merupakan solusi yang dirancang secara apik dan menawarkan fitur-fitur yang cukup bagus untuk videoconferencing berbasis laptop atau PC dalam ruang meeting berukuran kecil hingga sedang.  Perangkatnya sangat mudah digunakan dan mendekati ideal dalam menangkap suara dari seluruh partisipan disekeliling meja. Instalasinya mudah dan fleksibel, bisa menggunakan PC (atau Mac) rumahan maupun laptop BYOD. Penggunaan USB3.0 sebagai alat koneksi utama merupakan gebrakan yang jenius untuk menghilangkan kebutuhan konektor yang banyak sekaligus menghilangkan masalah yang berhubungan dengan perkabelan.  Kemampuan Devio untuk menangani output video serta input audio melalui koneksi USB tunggal membuatnya menonjol untuk situasi BYOD dan sekaligus juga menjustifikasi banderol harganya.

Related News