Daftarkan email anda untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

Language

News &Updates

Panduan Membangun Home Recording Studio Dengan Bujet Rendah

06 September 2016

Seiring perkembangan teknologi komputer dan internet yang semakin canggih, banyak tren baru yang bermunculan di dunia maya. Salah satunya adalah tren cover  lagu dan video musik lewat YouTube dan situs berbagi video lainnya. Tidak hanya berhasil mengumpulkan subcriber yang banyak,  beberapa musisi cover yang cukup sukses mampu mengkomersilkan karya mereka dengan menjual cover-cover lagunya di iTunes dan platform sejenis lainnya.

Jika anda hobi menyanyi dan memiliki talenta suara yang merdu, jangan ragu untuk ikut meramaikan ajang musik cover ini. Siapa tahu suara dan talenta anda cukup ‘menjual’. Kalau tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup, cobalah ajak teman yang mempunya hobi dan talenta yang sama untuk membentuk grup penyanyi cover.

Selanjutnya sebagai penyanyi cover, memiliki studio rekaman atau recording studio sederhana adalah keharusan.  Tenang saja, dengan teknologi komputer yang ada, anda dapat membangun studio rekaman pribadi dengan bujet yang super minim. Jauh lebih ekonomis dan produktif dibandingkan menyewa studio.

Nah, berikut panduan bagi anda untuk membangun home recording studio dengan biaya murah.

Komputer yang memadai

Pertama, anda membutuhkan komputer dengan kinerja yang memadai.  Kecepatan prosesor dan kapasitas memori sangat penting diperhatikan karena recording software cenderung menguras resources komputer.  Untuk sistem operasi, baik Windows maupun Mac sama-sama dapat diandalkan. Pilih saja yang anda sudah familiar. Meski begitu, jika menggunakan Windows, akan lebih mudah melakukan upgrade sound card karena umumnya sound card bawaan pabrik (onboard) tidak cukup  memadai untuk menghasilkan suara rekaman berkualitas tinggi.

Software recording

Komponen kedua yang anda butuhkan adalah aplikasi atau software recording yang menyediakan antar muka untuk mengelola hasil rekaman anda di komputer. Ada software yang gratis dan ada yang berbayar. Semakin mahal harga software biasanya semakin banyak fitur dan kemudahan yang ditawarkan.

Untuk meminimalkan aggaran, gunakan saja software recording dengan lisensi freeware atau shareware. Dua aplikasi recording freeware yang paling populer dan banyak digunakan adalah Audacity dan GarageBand.  Namun jika anda memiliki anggaran cukup, software recording dengan kualitas yang lebih mendekati profesional seperti Ableton Live atau Cakewalk Sonar dapat menjadi pilihan. Kedua aplikasi ini tersedia dalam versi entry-level yang lebih murah.

Audio interface

Audio interface adalah perangkat yang akan menghubungkan alat-alat musik dan mikrofon anda ke komputer melalui sebuah mixer.  Pada dasarnya fungsi audio interface sama seperti sound card namun kualitas rekaman yang dihasilkan jauh lebih baik dibanding sound card onboard.  Jika menggunakan PC, audio interface dapat langsung dicolokan ke PCI slot yang kosong sedangkan untuk Mac, sepertinya anda harus mencari interface yang dapat dicolokkan ke USB atau kabel FireWire.

Gunakan audio interface yang minimal memiliki 2 kanal input dan 2 kanal output agar anda dapat membuat rekaman stereo. Boleh juga memilih audio interface dengan 4 kanal input agar lebih fleksibel, namun hindarkan membeli yang terlalu banyak kanal padahal anda tidak terlalu membutuhkan.  Beberapa model audio interface yang bisa anda pertimbangkan antara lain Presonus Audio Box USB, M-Audio Fast Track USB MKII, Steinberg CI2+, Focusrite Scarlett 2i2.

Audio mixer

Mixer merupakan komponen paling penting untuk home recording studio.  Semua input suara dari instrumen dan mikrofon akan masuk ke mixer kemudian diteruskan ke komputer melalui audio interface.  Anda dapat mengatur volume dan panning masing-masing komponen suara yang masuk ke mixer.

Di pasaran tersedia berbagai pilihan mixer dengan harga terjangkau yang umumnya sudah memiliki fungsi-fungsi standar yang cukup memadai untuk kebutuhan home recording.  Sebelum membeli, pastikan bahwa semua kanal pada mixer pilihan anda memiliki pengaturan panning, volume dan 3-band equalization.  Mixer QSC Touchmix-8 sangat direkomendasikan, selain bentuknya yang compact, mixer ini memiliki fungsi dan fitur-fitur yang dapat membantu pengguna pemula dalam menghasilkan hasil suara berkualitas tinggi.

Studio monitor dan headphone

Studio monitor adalah perangkat speaker yang anda butuhkan untuk mendengarkan musik hasil  mixing dan editing sebelum anda membuat master. Berbeda dengan speaker umumnya, studio monitor menghasilkan suara dengan respon frekuensi yang benar-benar flat. Artinya hasil rekaman yang terdengar lewat studio monitor persis sama dengan suara digital yang tersimpan tanpa ada pengaturan atau penyesuaian frekuensi.

Pastikan anda memilih monitor dengan model ‘near-field’ yang didesain untuk didengarkan pada jarak sekitar 1 meter untuk mencegah terjadinya efek suara karena akustik ruangan.

Jika belum sanggup membeli studio monitor, untuk sementara dapat anda ganti dengan perangkat headphone. Selain jauh lebih kecil dan lebih murah, menggunakan headphone relatif lebih fleksibel karena anda dapat melakukan mixing kapan saja tanpa mengganggu orang lain. Dengan headphone, anda juga dapat membawa hasil mixing anda untuk diperdengarkan kepada teman atau kerabat anda dan meminta masukan mereka.

Jika anda sudah memiliki studio monitor, headphone dapat digunakan bersama-sama studio monitor untuk mengevaluasi komponen  suara dengan volume terendah pada hasil mixing anda.

Mikrofon

Untuk home recording studio dengan bujet rendah, dilengkapi satu buah mikrofon saja pada dasarnya sudah cukup. Tapi pastikan anda memilih mikrofon dengan tipe dynamic. Selain self-powered, dynamic mic cukup handal dan fleksibel penggunaanya.  Shure SM-57 merupakan standar industri dynamic mic yang dapat digunakan untuk vokal maupun untuk instrumen musik.

Tapi jika anda akan merekam instrumen-instrumen yang ekspersif seperti gitar akustik atau piano, mikrofon tipe condenser akan menghasilkan suara yang jauh lebih baik. Condenser mic memang tidak sekuat dan sefleksibel dynamic mic namun menghasilkan respon yang lebih sensitif.

Jika anggaran mencukupi, idealnya anda memiliki satu buah dynamic mic dan satu buah condenser mic.

 

Penutup

Pada dasarnya untuk membangun home studio recording dengan bujet rendah, anda dapat saja memanfaatkan komponen-komponen yang sudah anda miliki terlebih dahulu, misalnya komputer, mikrofon dan headphone yang selama ini anda gunakan untuk smartphone meskipun kurang ideal dan hasil rekaman anda kurang memuaskan, minimal anda sudah memulai. Selanjutnya, perlahan-lahan anda dapat membeli komponen-komponen yang ideal satu persatu.

Related News