Daftarkan email anda untuk mendapatkan update terbaru dari kami.

Language

News &Updates

Shure Ambil Bagian di Pergelaran Royal Edinburgh Military Tattoo

16 Mei 2016

Australia : Mikrofon nirkabel UHF-R dan dan sistem in-ear monitoring PSM1000 keluaran Shure terpilih untuk digunakan pada tour Royal Edinburgh Military Tattoo di Australia dan Selandia Baru beberapa waktu lalu. Pertunjukkan yang diadakan di Etihad Stadium Melbourne dan Westpac Stadium di Wellington ini masing-masing dihadiri penonton sekitar 40.000 orang dan 25.000 orang dan merupakan pertunjukkan dengan penggunaan mikrofon nirkabel terbanyak dimana untuk pertunjukan militer semacam ini perlu mengakomodir para penampil yang senantiasa bergerak.

Secara historis Royal Edinburgh Military Tattoo biasa digelar di Edinburgh Castle namun sejak tahun 2000 sudah beberapa kali diadakan di Australia dan Selandia Baru. Jika pengaturan sistem audio selama penyelenggaraan di ibu kota Skotlandia tersebut saja cukup menantang dengan jumlah penonton yang bisa mencapai 9000 orang sementara para penampil berjarak sekitar 40 meter, maka tantangannyapun bertambah untuk pergelaran di Melbourne dan Wellington dimana venue pertunjukan jauh lebih luas dan para penampil berjarak hampir 120 meter.

Mengingat kondisi dimana para penampil tidak akan diam saja di tempat sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan mikrofon kabel atau fixed-position foldback, maka disiapkan 60 channel wireless untuk melayani sebanyak mungkin mikrofon nirkabel UHF-R dan in-ear monitor PSM1000. Perusahaan audio Nortwest dipilih sebagai penyedia jasa teknis dan perlengkapan audio untuk pertunjukan di Australia sedangkan di Selandia Baru diserahkan kepada Western Audio Engineering yang berkolaborasi dengan Wigwam Acoustics dari Inggris.

“Meski ada 350 pemain bagpipe serta ratusan musisi lainnya akan terdengar sangat jauh di area yang sangat luas, untuk itu maka  dibutuhkan sistem penguat audio yang cermat,” ungkap sound designer Sebastian Frost menggambarkan kesulitan yang dihadapi pada pergelaran ini. “Sangat penting untuk menjaga agar semua sumber suara di dalam stadion tetap selaran dan koheren. Kemungkinan akan ada narching band yang beranggotakan 50 musisi memainkan irama rock dengan posisi masing-masing berjarak 100 meter serta kelompok paduan suara yang berjarak sama jauhnya. Menjamin semua penampil ini dapat bermain dan bernyanyi secara kompak merupakan tantangan yang unik.

Rintangan tambahan muncul karena tidak banyaknya tersedia ruang untuk spektrum gelompang RF dikedua venue jika dibandingkan denga kondisi di Edinburgh. “Kami harus menjejalkan 66 kanal RF menggunakan spektrum yang sangat kecil,” jelas manajer RF Wigman Acoustics, Katie Worsick yang menyusun perencanaan frekuensi utnuk sistem UHF-R maupun peralatan RF lainnya yang digunakan pada Shure Wireless Workbench.

Sebanyak 30 UR4D wireless reciever, 60 UR1, UR1M dan UR2 bodypack serta 4 UA845 antena distribusi digunakan di Wellington sementara di Melbourne masih ditambah satu kanal ekstra untuk mikrofon UHF-R dan 6 kanal tambahan untuk PSM1000, totalnya ada 83 transmitter dan receiver.

Menurut Frost, ini merupakan penggunaan mikrofon radio terbanyak selama pergelaran Tattoo. “Yang pasti menjadi rekor adalah penggunaan 944 pack-swap yangndilakukan oleh tim deck selama pergelaran,” tambahnya. “Termasuk ketika menempatkan mikrofon dan IEM pada penampil dengan konfigurasi khusus setiap mereka akan beraksi kemudian mengumpulkan dan memasangkan kembali ke penampil berikutnya.”

“Sistem dari Shure bekerja dengan menakjubkan, baik untuk keperluan live maupun broadcast,” jelas Frost. “Seperti sebuah keajaiban, khususnya di Wellington, dimana mereka berada dipuncak dibanding pesaing-pesaingnya, dan mereka juga memiliki 100kph angin.”

Sumber.

 

Related News